Universitas Budi Luhur, bekerja sama dengan foundation Belantara Budaya Indonesia, pada 8 Mei 2025 menggelar Lomba Tari Tradisional Kreasi dan Pakem bertajuk “Paramita Naya” Lebih dari dua puluh kelompok penari—terdiri atas mahasiswa, sanggar muda, dan komunitas seni—berlaga menampilkan khazanah gerak dari pulau Jawa. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan, tetapi juga menandai peluncuran resmi sanggar budaya “Paramita Naya,” wadah baru bagi sivitas akademika Universitas Budi Luhur untuk meneliti, berkreasi, dan mendiseminasikan seni tradisi Nusantara.
Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dari komitmen jangka panjang kampus untuk menjadikan seni sebagai jantung pengabdian kepada masyarakat. Sanggar “Paramita Naya” dirancang sebagai laboratorium terbuka—sehingga tradisi tidak sekadar dilestarikan, tetapi terus dikembangkan sesuai dinamika zaman.
Pada penutupan lomba, enam tim terbaik kembali naik ke panggung untuk pentas dalam babak grand final, memperebutkan piala juara 1, 2, 3, serta favorit 1,2, dan 3. Sorak-sorai memenuhi lapangan ketika juara umum diumumkan, menandai akhir kompetisi sekaligus awal perjalanan panjang sanggar “Paramita Naya.” Melalui kegiatan ini, Universitas Budi Luhur dan Belantara Budaya Indonesia mengajak publik untuk merayakan, merawat, dan merancang masa depan budaya bangsa bersama-sama.


























